Pages

Jumat, 27 Juli 2012

Memahami Karakteristik Siswa

Memahami karakteristik siswa
1.       Keefektipan pembelajaran ditentukan oleh strategi atau pendekatan pembelajaran dengan memahami karateristik siswa.
2.       Atribut atau indicator yang melekat pada karakteristik siswa antara lain:kecerdasan,kemampuan awal,gaya belajar dan motivasi berprestasi (intrinsic),latar ekonomi,social budaya dan jenis kelamin.
3.       Pemahaman terhadap karakteristik siswa sangat penting sebagai pijakan awal pengambilan keputusan program pembelajaran . (Brook & Brook, 1992)
4.       Menurut Gardner,kecerdasan manusia tidak tungal tetapi majemuk yang masing masing demensinya (komponen / bagian) dapat ditumbuhkembangkan
5.       Demensi kecerdasan menurut gardner antara lain :
1)      Kecerdasan logika matematika
2)      Kecerdasan linguistic
3)      Kecerdasan spasial
4)      Kecerdasan kinestik
5)      Kecerdasan music
6)      Kecerdasan intrapersona
7)      Kecerdasan interpersonal
6.       Melalui inventori kecenderungan potensi kecerdasan individual dapat dikenal.sehingga pengembangan potensi individu dalam pembelajaran dapat ditetapkan pendekatan atau strategi yang tepat.( 7 Kind of Smart :Thomas Amstrong )
7.       Kemampuan awal atau kompetensi awal,Dick &Carey (1978 ) menyebut sebagai tingkah laku masukan ( entry behavior ),adlah atribut yang terbanyak digunakan guru untuk mengenali karakteristik siswa.Untuk mengukur lepel keahlian yang dimiliki siswa sebagai prasyarat belajar dengan tes kemampuan atau uji kompetensi.
8.       Setiap siswa memiliki gaya belajar atau learning style yang berbeda,yang digunakan mendapatkan dan memproses informasi,misalnya antara lain :
·         Ada anak cenderung berfokus pada fakta,data dan algoritme.
·         Ada anak cenderung pada teori dan rumus matematika.
·         Ada anak cenderung responsive pada bentuk informasi fisual,seperti gambar,diagram,skema.
·         Ada anak cenderung pada informasi verbal,seperti bentuk tulisan dan lesan.
·         Ada anak cenderung pada pola belajar aktif dan interaktif.
·         Ada anak cenderung suka model introspektif dan individualistic.( Felder & Soloman )
9.       Siswa yang gaya belajarnya sesuai atau compatible dengan strategi pendekatan atau model pembelajaran cenderung sukses belajarnya (efektif dan positif) disbanding dengan yang mengalami mismatches (tidak sesuai atau tidak gayut) dengan model pembelajaran yang diterapkan guru.
10.   Siswa yang gaya pembelajar aktif cenderung belajar melakukan sesuatu dan lebih optimal jika belajar dalam kelompok,sedangkan pembelajar reflektif cenderung belajar secara introspektif dan lebih optimal bekerja sendiri.(Felder,1993)
11.    Gaya kognitif memiliki 2 demensi yang disebut GLOBAL ARTICULATED,yaitu: field independent (FI) dan field defendant (FD).
12.   Gaya kognitif FI cenderung belajar dengan melakukan analisis dan sintesis terhadap informasi,sedang gaya kognitif FD cenderung menerima informasi apa adanya,sehingga sulit mengembangkan struktur pengetahuan.sehingga anak tipe FD lebih mudah belajar dengan pola struktur yang telah jadi.(Witkin,1976)
13.   Kajian Keller;Kelly dan Dodge yang dikutif Degeng (2000),menyimpulkan ada 6 karakteristik INDIVIDU YANG MEMILIKI MOTIVASI BERPRESTASI TINGGI pada gaya pembelajaran,yaitu:
1)       Lebih menyukai terlibat pada situasi yang beresiko gagal.Menyukai keberhasilan yang penuh tantangan.
Individu yang memiliki motivasi berprestasi rendah,cenderung memilih kegiatan yang memiliki peluang berhasil dikerjakan atau bahkan tidak mungkin berhasil jika dikerjakan,sehingga keduanya memungkinkan seseorang terhindar dari rasa cemas.
2)      Motivasinya adalah kepuasan intrinsic dan keberhasilan itu sendiri,bukan paktor ekstrensik seperti uang,hadiah dsb.
3)      Cenderung membuat pilihan atau tindakan yang realistis,sesuai dengan kemampuan.
4)      Menyukai situasi yang :
a)      Dapat menilai kemajuan diri sendiri dan pencapaian tujuannya.
b)      Dapat melakukan control diri atas pelaksanaan tugas tugasnya.
c)       Dapat mempertimbangkan sendiri keputusan yang dipilihnya.
5)      Memiliki perspektif waktu dan memproyeksikan tujuan tujuannya jauh ke depan,dan merasa waktu seolah olah berjalan begitu cepat.
6)      Tidak selalu menunjukkan rata rata nilai yang tinggi di sekolah,karena nilai di sekolah berkaitan dengan motivasi ekstrinsik.( atas dasar ini tidak selalu ditemukan KORELASI SIGNIFIKAN antara nilai dengan motivasi berprestasi)

.Sumber : Modul Pengembangan Profesionalitas Guru,Prof.Dr.H.Suparno, Dr.Waras 
                 Kamdi,M.Pd, Kemendiknas Universitas Negeri Malang Panitia Sertifikasi Guru 
                (PSG) Rayon 15




0 komentar:

Poskan Komentar